Latah “Handpone Latah”

Oleh : Dodi Faedlulloh

Berbicara mengenai perkembangan handphone (HP) jadi teringat ketika saya masih berseragam putih abu. Saat itu saya mempunyai handphone yang ala kadarnya, sekedar bisa sms dan telepon saja tapi bila melihat beberapa kawan saya tidak sedikit pula yang punya hobi mengonta-ganti HP sesuai dengan keluaran terbaru . Sama sekali tak ada rasa iri dibenakku, justru yang tiba-tiba muncul adalah rasa penasaran saya yang sekedar ingin tahu alasan utama mereka doyan bergonta-ganti HP. Secara kasat mata saya hanya mampu melihat kalau kebiasaan tersebut tampak seperti persaingan atau lomba, siapa yang mempunyai HP paling update dia lah yang menang.

Beberapa tahun pun berlalu, kini saya sudah duduk di bangku kuliah. Pengalaman saat masih duduk di bangku SMA pada dasarnya tak berubah, ternyata para mahasiswa yang dikenal sebagai mahluk kritis juga terjebak dalam dunia “gonta-ganti HP”. Saat awal-awal saya memasuki dunia kampus, alat komunikasi yang sedang menghegemoni adalah iPhone. Banyak dari kawan mahasiswa yang berlomba-lomba menggunakan HP macam ini, satau sama lain saling latah dan berusaha tampil menggunakan HP-HP terbaru tersebut. Tahukah anda ternyata dari beberapa kawan yang selalu ingin tampil modis dengan HP barunya tidak bisa memaksimalkan fitur yang ada didalamnya, dengan kata lain walau berbeda tipe dan tentunya HP mereka berharga selangit hanya dipakai untuk sms dan telepon saja, ya kalau demikian tak jauh berbeda dengan HP milikku yang jauh lebih murah.


Saat ini alat komunikasi yang sedang booming adalah Blackberry (BB). Lagi, dari banyak kawan saya seakan tak ingin ketinggalan, mereka berlomba-lomba membeli barang ini. Tahukah anda ternyata beberapa kawan saya yang sudah memiliki BB tersebut hanya mengoprasikannya untuk sekedar sms, telepon dan online facebook-an saja. Lah kalau hanya untuk itu kenapa harus memilih BB yang harganya tentu lebih mahal? saya kira banyak tipe HP biasa yang digunakan untuk sekedar sms, telepon dan online facebook. Dari analisa dan asumsi sederhana saya mereka yang membeli BB (atau HP mahal keluaran terbaru) bukan atas faktor kebutuhan yakni hanya sekedar latah demi mendapat predikat gaya atau gengsi belaka.

Sebenarnya dalam hal ini tak ada permasalahan yang begitu mencolok. Selama sesuai dengan kebutuhan tak akan menjadi masalah namun sungguh disayangkan bila kita membeli sesuatu hanya karena alasan faktor latah saja. Sejatinya kita para pengguna ponsel tetap dituntut untuk lebih pintar dan selektif memilih alat komunikasi sesuai dengan kebutuhan kita sendiri. Analoginya kalau kita memang hanya membutuhkan 3 benda (fitur) untuk dipakai kenapa harus membeli 4 atau lebih benda sedangkan lebihnya tersebut tidak akan kita pakai atau parahnya kita sama sekali tak tahu cara memakainya, sungguh sayang kan ?.

Masyarakat kita memang mempunyai kebiasaan latah, dan kebiasaan ini justru menjadi target pasar yang sangat menggiurkan bagi HP-HP latah. HP latah, apa lagi itu ? HP latah saat ini yaitu HP-HP yang banyak diproduksi secara massal oleh produsen ponsel China dengan meniru model-model dari Blackberry (tipe qwerty) dengan menggunakan brand lokal yang harganya jauh lebih murah. Ponsel ini biasanya ditujukan bagi kelas menengah kebawah yang ingin mencicipi HP “mewah” namun harganya masih bisa terjangkau. Dengan menghadirkan fitur-fitur yang cukup komplit (seperti mms,browser,kamera dan multimedia lainnya)semakin menambah hasrat orang-orang memiliki ponsel jenis ini.

Sebelumnya saya mengira maraknya HP-HP latah ini hanya sementara, sekitar dua atau tiga bulan kemudian menghilang di pasaran begitu saja, namun ternyata perkiraanku salah, justru sampai detik ini HP latah begitu banyak dan semakin bertambah peminatnya. HP latah ini semakin laku dipasaran karena didukung oleh boomingnya situs-situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bersama maraknya pengguna situs jejaring sosial di Indonesia sama sekali tak mengenal usia, dari anak SD sampai kelas pekerja pun latah sering aktif berfacebook atau bertwitter ria. Dengan harapan untuk memudahkan para facebooker menjelajahi dunia maya salah satu caranya adalah dengan cara memiliki ponsel atau hp yang memiliki fitur browsernya.Ya tampaknya untuk saat ini yang dianggap solusi bagi para pengagum jejaring sosial HP latah lah jawabnya. Dengan harga jauh lebih murah tapi memiliki fungsi yang sama dan tujuan utamanya untuk bisa eksis di dunia maya pun tercapai. Ah tampaknya seperti ini lah sedikit cerminan masyarakat kita yang doyan latah, sampai handphone latah pun kita latah. []

10 komentar:

Zippy mengatakan...

Xixiix...biasa bro, orang sekarang emang banyak gengsinya.
Kalo saya kebetulan emang gak terlalu suka sama BB...
Hape saya emang sih 5800 XM.
Cuma disamping gengsi, semua fiturnya emang saya gunakan semaksimal mungkin.
Sayang lagi kalo cm dipake buat SMS atau Tlp.
Hiii.... :D

Dunia Hape mengatakan...

Wah..kalo cuma buat gengsi...
Ngabis-ngabisin duit aja.
Tapi emang bener sih, temen2 gue jg gitu, hanya mau menang gengsi doank.

dakosama mengatakan...

hihi. saya juga ga tertarik BB. handphone masih HP jaman sma, HP pertama yg dibeli pake uang sendiri. meski udah buluk, baret, tp kalo masih sehat & berfungsi, jadinya males aja ganti yg baru. mending uangnya dibeliin gadget lain.
biasa dod, namanya manusia ya, ga pernah slalu puas. it's normal :p

Dodi Faedlulloh mengatakan...

Zippy plus dunia hapenya ---
hehe, setuja bos !!

Indriw -- Hehehe sering2 berkunjung ke blog saya donk driw !! hehe

lina@happy family mengatakan...

saya ngga suka gonta ganti hp...
ngga mau ikut2an latah ah...

KucingTengil mengatakan...

Hihihi pemikirannya sama ma mia. Ngapain jg beli hp yg sedang ngetrend hanya buat di jadiin pajangan doang. Makenya plg buat fb, sms n nelpn doang. Hp biasa yg ada fasilitas inet jg bisa cm segitu aja.

Tp biarkanlah, selama yg kena korban latah hp ga merugikan kita, biarkanlah mereka dg gengsinya. Peduli amat hahaha

Risma Hutabarat mengatakan...

Kalau aku sih, nggak terlalu maniak sama handphone. Yang penting, easy handle dan fiturnya nggak ketinggalan zaman. So, nggak perlu lah latah-latahan.

Yang aku nggak tahan, malah lebih parah lagi, Dod. Suka ngiler dengan notebook terbaru. Kalo latah yang ini malah lebih berbahaya kayaknya. Karena lebih mahal. Hahahaha

Blog Perempuan Rumahan
Mommy Mayonnaise
Female Stuffs

Dodi Faedlulloh mengatakan...

Lina -- kalau begitu sama dengan saya, hehe

Kucing -- ya pengennya tidak peduli, tapi seperti yg pernah diberitakan oleh media banyak anak-anak SD-SMP yg tergiur dg HP-HP tipe baru krn melihat teman2nya, tak punya uang kemudian mereka pun mencuri utk skdar membeli HP tsb.

Mba Risma -- Hehehe, parah truh Mba ...

Kristanto-wds mengatakan...

HP saya jelek.... tapi kalo gensi engak kok... hehehehehe

Sri Lestari mengatakan...

hehehe, HP ku gak jadul2 amat, dan gak muaaahal2 amat, yang penting bisa ditambah dengan aplikasi2 lain untuk menunjang fitur2 yang ada agar bisa lebih optimal kinerjanya

 
Creative Commons License
All contens are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.

Creative Commons [cc] 2011 Dodi Faedlulloh . Style and Layout by Dodi | Bale Adarma